Tuberkiulosis Paru Post Primer

Setelah infeksi primer berjalan kurang dari 12 minggu yakni setelah timbul kekebalan spesifik  terhadap basil tuberkulosis, maka akan terjadi pembesaran kelenjar limfe regional sebagai akibat penyebaran limfogen (limfohematogen), pada tahap ini suhu tubuh akan meningkat drastis, uji kulit PPD menjadi positif, batuk-batuk oleh karena pembesaran kelenjar limfa di daerah hilus, trakea, dan leher. Infeksi primer dapat sembuh dengan meninggalkan atau tanpa meninggalkan bekas berupa fibrotik dan kalsifikasi. Bakteri tuberkuosis dapat dormant (tidur) sehingga tidak menimbulkan gejala sama sekali sehingga dianggap sembuh, namun bakteri ini dapat aktif kembali jika daya tahan tubuh menurun.  Hal ini disebut tuberkiulosis paru post primer yang infeksinya dapat berasal dari :

1.       Infeksi ulang pada tubuh yang pernah menderita tuberkulosis (eksogen)

Infeksi berasal dari basil yang sudah berada dalam tubuh (dormant) yang teraktifasi kembali