TUA TIDAK HARUS PIKUN

Secara medis, penyakit Alzheimer terjadi akibat kehilangan sel saraf otak di area yang berkaitan dengan fungsi daya ingat, kemampuan berpikir serta kemampuan mental lainnya. Keadaan diperburuk oleh menurunnya zat neurotransmiter yang berfungsi menghantarkan sinyal dari satu sel ke sel yang lainnya. Kondisi ini mengakibatkan gangguan proses berpikir dan mengingat.

Genetik dan Usia

Alzheimer dapat disebakan karena faktor genetik dan non genetik. Beberapa peneliti mengungkapkan, orang dari keturunan garis pertama pada keluarga Alzheimer beresiko 6 kali lipat menderita Alzheimer. Mereka yang terkena Alzheimer karena faktor genetik, dapat mengidap Alzheimer dibawah usia 65 tahun atau usia lebih muda. Sedangkan pada yang terkena Alzheimer akibat faktor non genetik terutama yang paling banyak berpengaruh adalah faktor usia, yakni makin tua usia makin rentan Alzheimer. Kemungkinan terkena Alzheimer dua kali lipat tiap lima tahun setelah umur 65 tahun. Tapi tidak semua lansia rentan terhadap Alzheimer. Banyak faktor yang mempengaruhi.

Infeksi dan Cedera Kepala

Infeksi dapat menyebabkan sel-sel otak rusak. Virus dapat menyebabkan infeksi pada susunan saraf pusat yang bersifat lambat dan kronik (menahun). Beberapa penyakit infeksi seperti penyakit Creutzfeldt-jacob dan kuru, di duga berhubungan dengan Alzheimer. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan Alzheimer dengan cedera kepala. Hal ini dibuktikan oleh petinju yang menderita demensia; saat diotopsi ditemukan banyak plak amiloid dan serabut saraf yang berbelit-belit

Jantung dan Pembuluh Darah

Kerusakan atau gangguan pada jantung dan pembuluh darah, meningkatkan resiko terjadinya Alzheimer. Kata dr. Samino, “kerusakan atau gangguan pada jantung dan pembuluh darah, otomatis mempengaruhi aliran darah ked an dari otak”. Jika kondisi ini terus berlanjut, pembuluh darah diotak akan mengalami kerusakan, yang berujung pada kerusakan bahkan kematian sel saraf otak karena tidak terpenuhinya nutrisi yang dialirkan darah untuk metabolisme.

Kondisi lingkungan

Peneliti Ekmann menyatakan lingkungan dapat berperan dalam terjadinya Alzheimer. Faktor lingkungan antara lain aluminium, silikon, raksa, dan zink. Pada kadar tertentu, zat-zat tersebut dapat menyebabkan degenerasi sel-sel saraf otak, menyebabkan kerusakan metabolism energi di tingkat sel, yang berujung pada kerusakan dan kematian sel saraf otak.

Imunitas Tubuh

Kekebalan tubuh terkait dengan terjadinya Alzheimer. Hal ini dibuktikan studi Behan dan Felman yang melaporkan, pada 60% penderita Alzheimer didapati kelainan serum protein seperti penurunan albumin dan zat antibodi lainnya, serta peningkatan zat inflamasi.