SUSU SAJA TIDAK CUKUP

Bagas 2,5 tahun berat dan tinggi badannya 7kg/70cm. lincah dan energik namun badannya terkesan kurus. “saya heran, beratnya kalah sama adiknya,” Ujar Ny. Maryamah. Si adik Chandra (1,4 tahun) berat dan tinggi badannya 7,9 kg/56 cm. Chandra sudah biasa dan menyukai makanan padat, Bagas sebaliknya. Ia susah makan, sering rewel, dan cengeng. Itu terjadi sejak ia sakit panas dan batuk , beberapa lama waktu. Dokter pernah menganjurkan agar pola makannya diperbaiki. Tapi, Bagas tetap susah makan. Ia lebih banyak minum susu formula.

Menurut Prof. Dr. Ir.Ali Khomsan, MS, Guru Besar Ilmu gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga IPB, susu bukan magic food yang bisa mencukupi seluruh zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Yang terbaik bagi anak setelah usia dua tahun adalah aneka ragam makanan, yang dikonsumsi secara seimbang. Namun, masih banyak yang beranggapan, supaya anaknya sehat sebaiknya diperbanyak minum susu. Padahal, bila minum susu berlebihan anak bukannya sehat melainkan menjadi gemuk karena susu mengandung lemak relatif tinggi.

Untuk anak usia 4-9 tahun, 2 gelas susu berkontribusi memberikan angka asupan gizi berupa 16% energy, 44% protein, dan 74% lemak. Pada anak usia 10-19 tahun , 2 gelas susu berkontribusi angka kecukupan gizi sebesar 12% energy, 25% protein dan 56% lemak (untuk pria), dan 15% energy, 32% protein, 70% lemak pada wanita.

Padahal semestinya susu bukan untuk menggemukkan badan tetapi untuk memberikan kontribusi protein. Juga untuk menyeimbangkan kalsium, yang dapat menguatkan tulang dan mencegah osteoporosis.

Bagaimana membiasakan anak balita mau menerima makanan padat selain susu?

Menurut dr.Nany Leksokumoro ,MS, SpGK, spesialis gizi, salah satu faktor penting mengapa anak sulit makan, karena orang tua terlambat melatih anaknya untuk menerima makanan padat. Selain itu banyak ibu yang terlalu sibuk mengejar karier, sehingga menyerahka seluruh pengasuhan anaknya kepada baby sitter atau pembantu.

“karena anak sulit makan akhirnya diberi susu. Tidak bisa begitu” ujar dr. Nany. Susu memang menu yang padat gizi tetapi kalori dan energinya bisa kurang mencukupi.

Lebih baik bila para ibu lebih dini melatih bayi dan balitanya, untuk makan makanan yang padat sesuai kebutuhan. “Meski anjuran pemerintah, mulai usia 6 bulan. Tapi, saya cenderung sejak usia 4 bulan bayi harus sudah dilatih menerima makanan padat,”jelasnya. Jika telat melatih, masalahnya jadi lebih sulit.

Untuk mengatasi gangguan sulit makan, selain perlu kesabaran ibu untuk melatih, juga perlu segera konsultasi ke dokter specialis anak, untuk lebih jauh mencari penyebabnya. Kesulitan makan bisa saja karena ada gangguan organic. Bisa karena gangguan lambung, atau faktor gigi geliginya.