SINDROM KELELAHAN KRONIK

Sudah tidur 8 jam lebih, namun saat bangun masih juga merasa letih?

Beraktivitas sebentar saja sudah merasa capek? Mungkin anda terkena sindrom kelelahan kronik.

 

Penggalan ilustrasi diatas bukan rekaan semata. Itu juga yang dirasakan lola. Setiap hari dia tenggelam dalam pekerjaan. Demi membayar rasa lelahnya setiap sabtu minggu dia memanjakan diri di salon ataupun di rumah, hasilnya lumayan fresh pada awalnya. Namun semakin lama istirahat sabtu minggu dan tidur 8 jam lebih tidak lagi membuatnya merasa fresh. Bangun pagi tetap merasa letih, beraktivitas sedikit tetap merasa capek, badan serasa lelah tiada henti. Apa yang terjadi???

Apa yang dirasakan lola adalah sindrom kelelahan. Syndrome kelelahan adalah kelelahan berat yang tidak hilang dengan istirahat dan telah berlangsung selama 6 bulan atau lebih. Penderita biasa merasakan kelelahan, merasa lelah, tidak bertenaga, kurang tidur, penurunan konsentrasi, menjadi sering lupa, dan gampang emosi. Pada kasus yang eksterm pasien tidak dapat beraktivitas seperti biasa, tidak dapat bekerja. Gejala-gejala yang dirasakan juga berupa gejala fisik misalnya sakit pada sendi yang sering berpindah tempat, kadang disertai demam-demam ringan.
Pada umumnya, sindrom kelelahan bisa dialami oleh pria ataupun wanita. Kendati begitu resiko lebih tinggi pada wanita terutama yang telah berumur 30 tahun keatas, hal ini disebabkan karena kaum hawa lebih mudah stress.
Meski disinyalir dsebabkan oleh stress dan gejalanya hampir serupa dengan depresi. Gejalanya harus dibedakan dengan depresi. Selain merasa lelah dan tidak bertenaga, pasien depresi cenderung mengalami kehilangan mood, sedih, murung, hilangnya minat, rendah diri, perasaan bersalah, dan tidak mau bergaul.
KELELAHAN KHAS
Setiap orang pasti merasa lelah. Lelah merupakan sebuah keadaan dimana fisik kita terlalu lama beraktivitas, sehingga memerlukan istirahat. Tapi jika kita merasa lelah sepanjang waktu, itu tak lagi normal. Perlu anda perhatikan, ada beberapa penyakit yang menimbulkan kelelahan yang tidak berujung seperti anemia, diabetes, tiroid, jantung, dan lain-lain. Jadi bagaimana membedakannya?
Menurut dr. Nurmiati, dalam penegakan diagnosis kelainan ini, selain harus dibedakan dengan depresi, dokter juga akan menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang dapat menimbulkan gejala yang serupa ataupun orang-orang yang mengalami ketergantungan obat. Untuk itu jika mengalami kelelahan yang tiada henti segera lakukan konsultasi kepada dokter atau psikiatri agar dapat dilakukan beberapa pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis.
Walaupun pengobatan secara khusus tidak spesifik tetapi terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan misalnya memperbaiki kualitas tidur, diet yang baik, olahraga teratur, paparan sinar matahari yang cukup.

TIPS UNTUK PENDERITA SINDROM KELELAHAN KRONIK
1. Banyak istirahat
2. Belajar untuk mengendalikan stress
3. Menjaga kesehatan tubuhnya
4. Program latihan fisik bertahap yang disesuaikan dengan kondisi tubuh sangat menuntungkan bagi penderita.