SAKIT PUNGGUNG REDA TANPA OPERASI

Sakit punggung dapat menjadi masalah yang serius dan tidak ada pengobatan yang cukup baik untuk mengatasinya. Sebuah teknik yang menjanjikan, spinal mobilization telah ada sejak 1920-an. Namun masih merupakan prosedur yang sulit dilakukan para terapis. Pasien sering mengalami arthritis dan cidera tangan. Kini ada alat untuk mengatasi hal ini. Salah seorang yang mendapatkan manfaat dari alat itu adalah Lindsey Clark. Menjalankan perusahaan ban, membuat Lindsay Clark sibuk. Sakit punggung setelah kecelakaan mobil menhambatnya dalam bekerja. “Saya tidak dapat berjalan, bekerja, atau mencari tempat yang nyaman untuk duduk”, katanya.

Dia telah mencoba berbagai macam cara seperti penghilang rasa sakit, operasi, terapi fisik, bahkan akupuntur. Namun, tidak ada yang dapat meredakan penyakitnya. Lalu, ia mendapat bantuan dari alat yang sudah lama digunakan di EROPA, untuk meringankan sakit punggung. Alat bernama Powered Spinal Mobalization yang baru di perkenalkan ke AS.

Menurut Dr. Perelman, ketika sakit punggung terjadi, tulang belakang menegang untuk melindungi diri. Para terapis biasanya memobilisasi tulang punggung, dengan member tekanan dengan tangan. Kini alat dapat melakukan itu semua dengan menggerakkan secara lembut semua tulang-tulang punggung. Dalam sebuah sesi selama 30 menit, alat tersebut dapat menggantikan 20 kali kunjungan ke terapis.

Powered Spinal Mobilization dapat digunakan pasien dengan beragam sakit punggung, kecuali yang rentan terhadap fraktur. Pasien biasanya mulai sesi perawatan 2-3 kali seminggu selama sebulan, lalu menjalani sesi pemeliharaan 1×2 minggu. Alat ini telah disetujui FDA dan banyak digunakan diklinik-klinik terkemuka di AS.