MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI)

Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan pada bayi/anak untuk meme-nuhi kebutuhan gizinya.

MP – ASI diberikan  mulai umur 6 bulan sampai 24 bulan.

Semakin meningkat umur bayi/anak, kebutu-han zat gizi semakin bertambah untuk tumbuh kembang anak, sedangkan ASI yang dihasilkan sudah kurang memenuhi kebutuhan gizi.

MP-ASI merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga. Pengenalan dan pem-beriannya harus dilakukan secara bertahap baik bentuk dan jumlah sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi/anak.

Pemberian MP-ASI yang cukup kualitas dan kuantitasnya penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak yang pesat pada periode ini.

Makanan Bayi Umur 0 – 6 bulan

  1. ASI Eksklusif,  Kontak fisik dan hisapan bayi akan merangsang produksi ASI utamanya pada 30 menit pertama.
  2. Berikan kolostrum
  3. Berikan ASI dari kedua payudara, Berikan ASI dari satu payudara sampai kosong, lalu ke payudara yang lainnya. Pemberian ASI dilakukan minimal 8 – 10 kali setiap hari

6-8 bulan

1.       Pemberian ASI diteruskan, diberikan dari kedua payudara secara bergantian.

2.       Mulai diperkenalkan dengan MP-ASI berbentuk lumat halus, karena bayi sudah memiliki refleks mengunyah. Contohnya : bubur susu, biskuit yang ditambah air atau susu, pisang dan pepaya lumat. Berikan secara bertahap mulai dari 1 sendok terlebih dahulu.

3.       Perlu diingat, tiap kali berikan ASI terlebih dahulu kemudian MP-ASI, agar ASI dimanfaatkan seoptimal mungkin.

4.       MP-ASI yang berbentuk cair, jangan sekali-kali diberikan menggunakan botol/dot, karena dapat menyebabkan mencret.

5.       Perkenalkan makanan baru pada bayi secara bertahap.

9-11 BULAN

1.       ASI D TERUSKAN

2.       Karena alat cerna sudah lebih berfungsi, bayi mulai diperkenalkan pada makanan lumat (nasi tim) 2 x sehari.

3.       Untuk mempertinggi nilai gizi makanan, nasi tim dapat ditambahkan sedikit demi sedikit dengan sum ber zat lemak, yaitu santan atau minyak kelapa. Bahan ini dapat menambah kalori, memberi rasa enak juga mempertinggi penyerapan vitamin A.

4.       Pada umur 11 bulan perkenalkan makanan keluarga secara bertahap. Bentuk dan kepa-datan nasi tim harus diatur secara berangsur mendekati bentuk dan kepadatan makanan keluarga.

5.       Berikan makanan selingan 1 kali sehari. Pilih yang bergizi tinggi seperti : bubur kacang ijo atau buah. Usahakan agar makanan selingan dibuat sendiri agar kebersihannya terjamin.

6.       Bayi perlu diperkenalkan dengan beraneka ragam bahan makanan. Campurkan ke dalam nasi tim berbagai lauk pauk dan sayuran secara berganti-ganti. Pengenalan berbagai bahan makanan sejak dini akan berpengaruh baik terhadap kebiasaan makan yang sehat di kemudian hari.

12-24 bulan

1.       Pemberian ASI diteruskan.

2.       Pemberian ASI atau makanan keluarga sekurang-kurangnya 3 kali sehari dengan porsi separuh makanan orang dewasa setiap kali makan. Selain itu tetap berikan makanan selingan 2 kali sehari.

3.       Variasi makanan diperhatikan dengan meng-gunakan padanan bahan makanan, misalnya nasi dapat diganti dengan mie, bihun, roti, kentang. Hati ayan dapat diganti dengan tahu, tempe, kacang ijo, telur, ikan. Bayam dapat diganti dengan kangkung, wortel, tomat. Bubur susu dapat diganti dengan bubur kacang ijo, bubur sumsum, biskuit.

4.       Menyapih anak harus bertahap, jangan dilakukan secara tiba-tiba. Kurangi frekuensi pemberian ASI sedikit demi sedikit.