LALAT DAN HIKMAH DIBALIK SAYAPNYA

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa rasulullah SAW bersabda.

“jika seekor lalat terjatuh diminuman salah seorang dari kalian, hendaklah ia menenggelamkannya kemudian mengangkatnya. Sesungguhnya, pada salah satu sayap lalat terdapat penyakit, sedangkan pada sayap lainnya terdapat obat.

Hadis ini metupakan salah satu mujizat Rasulullah SAW di dalam dunia medis. Sejak lima belas abad silam, Rasulullah SAW telah menjelaskan unsure penyakit dan unsure obat yang terdapat pada kedua sayap lalat melalui hadis ini. Di sana beliau menjelaskan cara mensterilkan air yang telah terkontaminasi oleh bakteri pada salah satu sayap lalat yang hinggap di air tersebut. Caranya yaitu dengan menenggelamkan satu sayapnya lagi yang mengandung obat untuk membunuh bakteri di dalam air tersebut.

Berbagai eksperimen ilmiah telah membuktikan rahasia di balik hadis tersebut. Hasilnya, sayap lalat dapat memindahkan bakteri ke suatu tempat. Saat menempel di minuman atau makanan, lalat akan memindahkan bakteri yang ada di sayapnya itu kedalam minuman dan makanan. Sementara itu sayap yang satunya lagi menjadi pembunuh bakteri tersebut. Karena itu, menenggelamkan tubuh lalat ke dalam air saat air itu ditempeli lalat lantas membuang lalat itu kembali, sudah cukup untuk menghilangkan bakteri yang ada di sana. Hal ini menunjukkan bahwa pada setiap penyakit, obatnya terdapat di dekatnya.
Dosen bedah tulang dari Fakultas Kedokteran Universitas Alexandra dr.Amin Ridha, dalam penelitiannya tentang lalat menyebutkan bahwa dari referensi medis kuno ditemukan resep pengobatan penyakit dengan menggunakan lalat. Para ahli bedah yang hidup sepuluh tahun sebelum ditemukan komposisi air liur, yakni decade 30-an pada abad 20, mengaku telah melihat secara langsung pengobatan bisul kronis dengan menggunakan lalat.

Atas penjelasan mengenai berbagai penemuan tersebut, ilmu pengetahuan telah membuktikan telah membuktikan kebenaran sabda Rasulullah SAW. Dalam perkembangannya, teori ilmu pengetahuan memiliki kesamaan dengan kemukjizatan ilmiah hadis Rasulullah SAW yang sudah ada sejak limabelas abad silam.