Inilah Alat Pelindung Diri (APD) Untuk Petugas Kesehatan

DokterNana.com – Rumah sakit merupakan tempat berkumpulnya segala penyakit infeksius dan menular. Penggunaan alat pelindung diri merupakan salah satu pencegahan bagi pemberi pelayanan kesehatan seperti dokter, perawat, maupun bidan dalam menolong pasien.

Alat Pelindung Diri bagi Petugas Kesehatan

Darah dan cairan tubuh merupakan jalan bagi bakteri maupun virus untuk berpindah. Agar dapat melindungi diri maupun pasien dari penularan penyakit, pemberi pelayanan kesehatan harus menggunakan alat pelindung diri (APD).

Alat pelindung diri bagi petugas kesehatan antara lain terdiri dari:

  1. Sarung tangan digunakan oleh pemeriksa sebelum melakukan kontak dengan pasien agar cairan tubuh pasien tidak langsung bersentuhan dengan pemeriksa
  2. Masker adalah penutup hidung dan mulut. Alat ini juga bermanfaat melindungi pasien agar bakteri yang keluar dari mulut pemeriksa tidak mengenai daerah yang akan dilakukan tindakan medis terutama saat dilakukan punksi lumbal maupun pembedahan
  3. Penutup kepala digunakan terutama oleh orang-orang yang lebih banyak berkecimpung dalam pembedahan. Penutup kepala berfungsi agar kotoran di rambut tidak jatuh pada lapangan operasi.
  4. Kaca mata dapat melindungi pemeriksa dari cipratan darah pasien
  5. Sepatu bot berfungsi melindungi pemeriksa dari tusukan jarum yang terjatuh.
  6. Baju kerja berfungsi melindungi badan pemeriksa dari cipratan darah pasien saat dilakukan pembedahan.

Semakin tinggi tingkat penularan penyakit harus meningkatkan kesadaran kita sebagai petugas kesehatan untuk melindungi diri.

Dengan perlindungan diri yang tepat, kita sebagai petugas kesehatan dapat menangani pasien dengan baik tanpa harus tertular penyakit. Terutama penularan penyakit hepatitis B dan HIV yang semakin meningkat.