HATI-HATI JIKA SI KECIL TIDAK BEREAKSI


Beragam keterbatasan membuat anak tidak bereaksi terhadap lingkungannya. Seperti autisme, kehilangan pendengaran, serta gangguan bicara dan bahasa atau cerebral palsy (terbelakang mental). Kesemuanya ini tidak langsung dapat terdeteksi saat si kecil lahir.
Para ahli tumbuh kembang anak berpendapat bahwa deteksi dan intervensi dini memberi kesempatan untuk tumbuh kembang optimal. Kendati demikian, sebetulnya tidak mudah untuk melakukan deteksi dini, karena orang tua tidak paham caranya. Terlebih lagi tiap anak mempunyai perbedaan perkembangan bergantung pada kematangan, bawaan, temperamen, dan kondisi fisik masing-masing anak.
Dalam penelitian yang dilakukan bersama dengan tim Bagian Tumbuh-Kembang Anak Fakultas Kedokteran Universitas Emory di Atlanta-Georgia, Amerika Serikat; Prof. Leslie Rubin, MD direktur lembaga menyatakan bahwa intervensi dini sangat dibutuhkan untuk menangani masalah tumbuh kembang anak. Intervensi dini dapat meminimalkan dampak gangguan dan ini berarti anak tidak memerlukan perlakuan khusus dalam hidupnya kelak, alias mandiri.
Jika Anda mendapati anak Anda mengalami keterlambatan tumbuh-kembang, hal pertama yang harus dilakukan adalah konsultasi dengan dokter keluarga atau ahli anak yang merawat si kecil.
Begitu mengetahui anak bermasalah, orang tua biasanya merasa bersalah, cemas, marah, dan sedih. Orang tua lantas putus asa memikirkan masa depan anaknya. Menerima kenyataan dan mengatasi kesedihan merupakan dua hal penting yang harus dilakukan oleh orang tua demi kemajuan buah hatinya. Dana yang besar tentu dibutuhkan dalam proses penanganan gangguan dan keterlambatan si kecil, namun hanya dengan cinta, ketulusan, dukungan dan waktu yang Anda berikan untuk terlibat dalam penanganan anak, keberadaanya yang khusus dan unik akan memberi arti dalam kehidupan Anda.