Gejala dan Pencegahan Tuberkolosis

Gejala Klinis :

  • Batuk produktif (berlendir) yang dialami >2 minggu yang semakin hari semakin parah
  • Dahak  awalnya bersifat mukoid dan keluar dalam jumlah sedikit, kemudian berubah menjadi mukopurulen (kuning hijau), dahak juga dapat disertai dengan darah, yang menunjukkan bahwa infeksi semakin parah.
  • Nyeri dada dan Sesak napas
  • Gejala umum : keringat malam, penurunan berat badan, demam, dan menggigil.

Pemeriksaan

1. Radiologi

Tuberkulosis aktif : tampak perselubungan, bercak, kavitas, berawan sebagian besar pada bagian atas paru (apex paru)

Tuberkulosis tenang (dorman) : tampak kalsifikasi dan fibrosis

2.       Pemeriksaan laboratorium

Uji tuberkulin merupakan untuk mengetahui reaksi imunitas yang timbul setelah 4-6 minggu

Pemeriksaan  tahan asam  dimana dahak pasien diambil kemudian diberikan pewarnaan tahan asam.

Pemberian terapi

  • Rifampisin
  • Isoniazhid (INH)
  • Pirozinamid
  • Etambutol

Pencegahan

•          Perbaikan sosio ekonomi dimulai dari perbaikan nutrisi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta rumah yang mempunyai ventilasi yang baik, banyak terkena sinar matahari karena  mikobakterium tuberkulosa dapat mati oleh paparan sinar ultraviolet

•          Kemoprofilaksis atau pencegahan secara dini jika ada keluarga yang mengidap penyakit TB tersebut dengan menggunakan masker dan komsumsi obat-obatan profilaksis yang diberikan oleh dokter

•          Imunisasi BCG untuk bayi agar terbentuk kekebalan terhadap bakteri tuberkulosis