Gangguan Kepribadian, Apakah Anda salah satunya??

Gangguan kepribadian merupakan kondisi klinis berkaitan dengan pola perilaku yang cenderung menetap dan khas serta abnormal. Biasanya tidak berhubungan dengan gangguan organ. Gangguan kepribadian selalu berkaitan dengan bagaimana fungsi social orang tersebut dan hubungannya dengan orang lain.

1. Gangguan kepribadian paranoid

Gangguan kepribadian paranoid merupakan ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu hal disebabkan oleh kegagalan atau pengalaman hidup, biasanya berlangsung minimal 3 bulan. Kecurigaan dan kecenderungan mendalam mendistorsi pengalaman dengan menyalahartikan tindakan orang lain sebagai sikap permusuhan / penghinaan. Pada pasien yang mengalami gangguan kepribadian paranoid pada umumnya pernah mengalami kegagalan ataupun pengalaman hidup yang buruk sehingga mereka selalu berpikir negatif dan perasaan takut yang berlebih terhadap segala sesuatu. Tingkat kecurigaan mereka sangat tinggi bahkan kepada pasangan mereka.

2. Gangguan kepribadian schizoid

Gangguan kepribadian schizoid ditandai oleh sikap yang dingin, emosi dingin dan tidak peduli. Mereka kurang mampu mengekspresikan kehangatan, kelembutan dan kemarahan terhadap orang lain. Mereka tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap pujian ataupun kecaman sehingga jarang mereka merasa bahagia. Segala sesuatu mereka lakukan sendiri dan tidak senang bergaul bahkan tidak tertarik terhadap lawan jenis, tidak perduli dengan kehidupan social serta norma yang berlaku. Preokupasi dengan fantasi dan intropeksi diri yang berlebihan. Biasanya berlangsung minimal 3 bulan.

3. Gangguan kepribadian dissosial

Sikap yang tidak perduli dengan perasaan orang lain, norma, peraturan, dan kewajiban sosial. Kebanyakan mereka tidak memiliki hubungan yang lama karena mereka tidak pernah merasa bersalah ataupun belajar dari kesalahan, hanya bisa menyalahkan orang lain dan tidak bertanggung jawab. Toleransi terhadap frustasi sangat rendah, ambang rendah melampiaskan agresi.

4. Gangguan kepribadian emosional tidak stabil

Kecendrungan mencolok bertindak impulsif tanpa mempertimbangkan konsekwensinya. Ada 2 varian:

a.       Tipe impulsi

b.      Tipe ambang (borderline)

5. Gangguan kepribadian Histrionik

Tipikal gangguan kepribadian dimana mereka membuat ekspresi emosia yang dibuat-buat, seperti bersandiwara, dibesar-besarkan. Mereka mudah dipengaruhi (bersifat sugestif) dan labil. Mereka juga tidak perduli terhadap daya tarik fisik.

6. Gangguan kepribadian anankastik

Memiliki keraguan dan sifat hati-hati yang berlebihan, cenderung perfeksionis, ketelitian berlebih, kaku, keras kepala, dan memaksakan agar orang lain mengikuti persis caranya. Preokupasi dengan hal-hal yang rinci, daftar, urutan, organisasi, serta jadwal. Keterpakuan dan keterikatan yang berlebihan pada kebiasaan sosial.

7. Gangguan kepribadian Cemas

Perasaan tegang dan takut yang menetap dan pervasive. Mereka merasa tidak mampu, tidak menarik, dan lebih rendah dengan orang lain sehingga menimbulkan rasa tidak percaya diri dan enggan terlibat dengan orang lain. Kecuali mereka yakin disukai. Cenderung menghindari kegiatan yang melibatkan kontak interpersonal karena takut dikritik/ditolak. Pembatasan gaya hidup dengan alasan keamanan fisik.

8. Gangguan kepribadian Dependen

Tipikal memberikan orang lain mengambil keputusan penting untuk dirinya. Selalu bergantung dengan orang lain sehingga ia enggan mengajukan permintaan yang layak kepada orang dimana ia bergantung. Mereka merasa tidak berdaya bila sendiri serta sulit memutuskan apapun dalam kehidupan sehari-hari tanpa mendapatkan nasehat terlebih dahulu. Selalu merasa takut bila ditinggalkan dengan orang yang dekat dengannya tempat ia bergantung.