DEPRESI PASCA MELAHIRKAN (DEPRESI POSTPARTUM)

DEPRESI PASCA MELAHIRKAN

Depresi pasca melahirkan atau depresi postpartum terjadi antara 10-15% wanita pada populasi umum. “Di Indonesia, angkanya cukup tinggi, sekitar 10%” ucap dr. Suryo. Di samping murung dan sedih, penderita akan mengalami gejala depresi pada umumnya; perasaan letih, lemah-lesu, kelelahan kronis, perasaan bersalah, kehilangan minat, gangguan selera makan, gangguan tidur, bahkan pikiran ingin bunuh diri. Atau pasien mengalami trias depresi (kehilangan minat, kelelahan kronis, dan murung).

Pada depresi pasca-partum gejalanya dapat dilihat selalu berhubungan dengan perawatan anak. Ibu menjadi tidak berminat merawat bayinya, timbul perasaan putus asa dan perasaan bersalah yang kemudian dikaitkan dengan perasaan bersalah pada si kecil.

Semua pandangan negative yang berhubungan dengan depresi kemudian dikaitkan dengan bayinya. Pada akhirnya ibu tidak adapat merawat bayinya dan dirinya sendiri dengan baik. Kadang pada depresi yang lebih berat, sang ibi betul-betul tidak mau makan, menarik diri, mengurung diri di kamar, dan sama sekali tidak mau merawat bayinya.

Penyebab

Seperti yang telah disinggung, banyak factor yang telah berkontribusi untuk terjadinya gangguan psikiatri postpartum. Factor biologis seperti hormonal dan kondisi fisik terkait kehamilan, factor psikososial dan factor sosioekonomi merupakan penyebab utama terjadinya gangguan ini.

Faktor resiko

Seorang wanita kemungkinan akan mengalami depresi postpartum, jika ian memiliki:

  1. Sejarah mengidap depresi atau penyakit mental lainnya
  2. Pernah mengalami depresi postpartum
  3. Sejarah keluarga yang mengidap depresi
  4. Mengalami stress di rumah atau tempat kerja selama hamil
  5. Kurang mendapat dukungan emosional
  6. Memiliki masalah pernikahan atau masalah hubungan.

Gejala depresi pasca melahirkan

  1. Merasa tidak berharga, merasa tidak mampu mengatasi kehidupan Anda
  2. Mengalami perubahan cepat tingkatan suasa hati dari sedih jadi marah
  3. Tidur kurang baik atau terlalu banyak tidur
  4. Selalu merasa lelah sepanjang waktu
  5. Hanya tertarik sedikit pada bayi anda
  6. Tidak menikmati hidup lagi
  7. Mengalami perubahan nafsu makan (makan terlalu sedikit atau terlalu banyak makan)
  8. Kesulitan untuk berkonsentrasi
  9. Menarik diri dari keluarga atau teman
  10. Pernah berfikir untuk mencelakai diri sendiri atau bayi Anda.

 

Terapi depresi pasca melahirkan

Terapi Obat

Obat diberikan untuk depresi sedang sampai berat obat yang umum digunakan antara lain golongan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI), SNRI, dan tricyclic antidepressants serta benzodiasepin sebagai tambahan. Obat anti depressant tidak dapat digunakan hanya 1-2 minggu, karena efeknya baru terasa setelah 2 minggu. Umumnya diberikan selama 6 bulan.

Psikoterapi

Psikoterapi antara lain talking therapy, terapi interpersonal dan kognitif/ perilaku dan terapi psikodinamik. Talking therapy membantu pasien mengenali masalah dan menyelesaikannya melalui give anta take verbal dengan terapis. Pada terapi kognitif/perilaku, pasien belajar mengidentifikasi dan mengubah persepsi menyimpang tentang dirinya serta menyesuaikan perilaku untuk mengatasi lingkungan sekitar dengan lebih baik

Konseling

Ibu akan diajak melihat bahwa merawat anak bukanlah kesulitan yang luar biasa. Pelan-pelan diajak melihat fokus masalah, apa yang dihadapi dalam merawat anak dan adakah masalah yang sekiranya bias diselesaikan.

Modifikasi Lingkungan

Lingkungan keluarga penting dalam penyembuhan. Suami harus pengertian. Serta keluarga harus mendukung ibu serta membantu dalam merawat anak.