BILA GIGI ANAK PATAH

 

 

 

 

 

Penyebab terjadinya gigi patah pada anak usia dua sampai tiga tahun biasanya disebabkan karena kebiasaan menggigit sesuatu seperti benda-benda atau mainan keras. Selain itu kebiasaan minum susu sebelum tidur tanpa pembersihan setelahnya pun akan mengakibatkan timbulnya karies atau demineralisasi.

Begitupun pada anak usia 9-10 tahun, penyebab gigi patah dikarenakan adanya aktivitas yang dapat menimbulkan cidera seperti berolahraga. Selain itu gaya hidup seperti makan makanan yang manis dan kurangnya minum air putih serta kebiasaan menjaga kesehatan gigi mulut yang rendah pun akan menunjang terjadinya gigi patah.

Gigi patah yang dialami oleh anak-anak tentunya akan mengganggu proses tumbuh kembang anak tersebut. Gigi susu mempunyai fungsi yang penting selain untuk mengunyah, yaitu untuk menjaga dan menuntun jalan keluarnya gigi tetap. Oleh karena itu walaupun gigi yang patah telah mengenai lapisan pulpa, selama masih dapat dipertahankan maka tidak boleh dicabut.

Gigi-gigi yang mengalami patah, biasanya diatasi dengan melakukan penambalan atau penambahan atau dipertahankan dengan perawatan endodentik atau perawatan saluran akar. Apalagi gigi sudah tidak dapat dipertahankan, maka harus dilakukan pencabutan dan pemasangan gigi tiruan.