BELUM BISA MERANGKAK


Merangkak adalah kegiatan gerak anak yang merupakan wujud pertama kebebasannya. Setelah dapat merangkak, umumnya mobilitas si kecil bertambah. Begitu punya kesempatan bergerak, si kecil biasanya akan menuju ke tempat yang disukainya. Perkembangan kemampuan merangkak dibagi dalam dua fase, yaitu pre-crawling atau merayap dan true crawling atau merangkak.
Pembagian dua fase merangkak disebabkan oleh adanya kebutuhan pematangan pada masa merayap, sebelum akhirnya dapat merangkak. Tahapan merayap wajarnya dialami anak pada umur 5-6 bulan, ketika anak sudah mahir berbalik dan otot lehernya cukup kuat menyangga kepala. Setelah itu, anak akan mengalami tahap pematangan keterampilan hingga akhirnya cukup matang memasuki tahap merangkak pada umur 9-10 bulan.
Berdasarkan keterangan para ahli, awalnya keterampilan anak merangkak dengan tidak sengaja. Pada saat anak berusia 5 bulan, saat mereka belajar untuk duduk, sesekali mereka tergelincir sehingga mereka kembali menyeimbangkan posisi dengan menekankan kedua tangannya ke lantai atau dasar dudukan. Pada saat itulah anak menemukan posisi yang pas untuk mulai merangkak. Umumnya, karena kekuatan otot tangan belum sempurna, bayi memulai gerakan merangkak dengan menggeserkan perut mereka. Inilah yang disebut merayap, yang lama-kelamaan akan berubah menjadi merangkak setelah anak kuat mengangkat tubuhnya dengan bantuan otot tangan dan kaki.
Merangkak sangat bagus untuk melatih kerja otak kiri dan kanan atau lateralisasi. Namun, ada ahli tumbuh kembang yang menemukan bahwa tidak semua anak melewati tahapan ini. Selalu saja ada beberapa anak setelah fase duduk langsung ke fase berdiri dan terus berjalan. Hal ini wajar terjadi. Sekalipun demikian, jika anak sama sekali tidak terlihat merayap ataupun berdiri setelah mahir duduk, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter anak Anda tentang hal ini.
Bayi terlampau berat lebih lama mencapai tahap tumbuh kembang ini karena sulit diangakat atau digerakkan, selain itu baju yang digunakan anak bukanlah jenis baju yang bisa membuat mereka lepas bergerak.
Jika buah hati anda mengalami keterlambatan sebaiknya berilah rangsangan kepada anak. Dudukkan si kecil dengan posisi yang nyaman. Kemudian, letakkan salah satu mainan tepat di depannya. Beri motivasi pada si kecil untuk meraih mainan itu. Jarak mainan dengan anak tidak terlalu jauh, namun sedikit demi sedikit perbesar jaraknya.