AMANKAH PERHIASAN PADA BAYI??

AMANKAH PERHIASAN PADA BAYI

Sebagian besar orang tua akan memakaikan perhiasan pada bayinya terutama bayi perempuan. Perhiasan yang biasanya dipakaikan adalah anting dan cincin. Namun adapula yang memakaikan gelang, gelang kaki, dan kalung. Menurut DR. dr. Rini Sekartini Sp.A(K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) jaya, mengatakan bahan perhiasan dari emas putih lebih aman dibandingkan dari bahan plastic. Selain itu perhiasan yang terbuat dari emaspun relatif aman jika dibandingkan dengan perhiasan yang terbuat dari perak atau platinum.

Kriteria aman

Selain mengenakan perhiasan dari bahan yang aman pada bayi, hal lain yang menjadi pertimbangan orangtua menyangkut perhiasan adalah bentuknya. Perhiasan sebaiknya tidak terlalu kecil atau terlalu besar. Lebih tepatnya kenakan perhiasan yang tidak mudah dijangkau oleh tangan bayi. Perhiasan yang digunakan bayi tidak boleh dipakai terus menerus, harus sering dilepas. Perhiasan yang diapaki terus menerus dapat terkena shampoo ataupun sabun sehingga mudah berkarat dan dapat berbahaya bagi bayi karena dapat menyebabkan gatal dan merah akibat iritasi.

Bayi suka sekali memasukkan jarinya ke dalam mulut untuk itu orang tua harus selalu memperhatikan keberadaan perhiasan yang digunakan oleh bayi, jangan sampai anting atau cincin yang longgar masuk ke dalam mulut bayi.

Ekstra hati-hati

Utamakan keselamatn buah hati anda. Alih-alih menginginkannya tampil cantik dan menggemaskan, tapi malah bahaya yang dituai. Dr. Rini menyarankan agar orangtua harus ekstra hati-hati ketika buah hatinya memakai perhiasan. Jangan sampai perhiasan tersebut membahayakan keselamatan bayi anda. Perhiasan yang berlebihan tidak jarang memicu orang lain untuk mengambilnya. Oleh karenanya, gunakanlah perhiasan secara wajar, pas dengan tubuh bayi, dan terbuat dari bahan yang aman. Dengan demikian, buah hati anda akan semakin cantik dipandang.